4.1 Jelaskan dan berikan contoh yang anda ketahui share service dalam dunia bisnis
Shared
Service adalah konsolidasi atau sebuah business model yang memungkinkan sumber
daya – sumber daya atau resources yang ada untuk keseluruhan elemen yang ada di
dalam organisasi tersebut untuk level customer-service yang sudah ditentukan
sebelumnya. Shared Services adalah sebuah business unit yang terpisah yang
diciptakan dalam sebuah perusahaan, sebuah organisasi atau sebuah agen yang
bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan atau services kepada operating
business unit dan fungsi – fungsi korporasi di perusahaan atau organisasi
tersebut.
Selain itu, Shared
service bisa juga berarti penyediaan sebuah service atau pelayanan oleh satu
bagian dari sebuah organisasi atau grup di mana service tersebut sebelumnya
sudah ditemukan di dalam lebih dari satu bagian dari organisasi atau perusahaan
tersebut. Secara harafiahnya, shared service adalah sebuah service atau layanan
yang di-share atau dibagi pemakaian atau penggunaannnya oleh beberapa ataupun
semua bagian -bagian entitas di dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
Faktor pendanaan maupun
sumberdaya dari service dibagi dan department yang menyediakan pelayanan
tersebut secara efektif menjadi sebuah internal service provider atau sebuah
penyedia jasa layanan internal. Ide utama dari shared service adalah “sharing”
dalam sebuah organisasi atau group. Sharing ini secara fundamental dibutuhkan
untuk memasukkan shared accountability atau akuntabilitas pembagian dari hasil
oleh unit di mana pekerjaan yang dibagikan tersebut diboyong oleh sang
provider. Di sisi sebaliknya, sang provider perlu untuk memastikan bahwa hasil
yang sudah disetujui bersama tersebut disampaikan berdasarkan standard tertentu
yang sudah ditetapkan (KPIs, cost, kualitas, dll). Shared Services juga bisa
diterapkan dalam hubungan antar dua buah organisasi yang berbeda maupun lebih,
untuk bagian yang berbeda dari kedua organisasi tersebut.
Contoh
kasus The New York
Times, sebuah research and development group yang dipekerjakan oleh surat kabar
The New York Times, mengembangkan sebuah sistem shared service di antara dua
lusin produsen surat kabar, sebuah stasiun radio dan lebih dari 50 unit
websites. Fungsi utama dari shared services yang dikembangkan oleh sang
research and development group ini untuk The New York Times adalah untuk
menambahkan dan mendukung inovasi yang ada di dalam business unit tersebut.
Upaya yang dilakukan
The New York Times memfokuskan pengembangan inovasi teknologi informasi melalui
upaya pengumpulan inisiatif dari berbagai pihak yang berbeda.
Ada beberapa keuntungan
atau advantages yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services
di dalam business units network-nya adalah:
1. Cost-efficiency or
Economies of Scale – Dengan menerapkan sistem shared services ini pastinya akan
lebih hemat secara cost untuk pihak The New York Times.
2. Jika ada satu
inovasi positif yang ingin diterapkan oleh pihak The New York Times akan bisa
langsung disampaikan dan diterima oleh semua business units yang terhubungkan
secara sistem shared services oleh pihak The New York Times tersebut.
3. Adanya sebuah proses
yang sudah terstandardisasikan untuk keseluruhan business units yang tergabung
dalam network The New York Times.
4. Common Technology
Platform – Dimungkinkannya transformasi yang terkoordinasi antara front, middle
dan back-offices yang tergabung dalam network shared services tersebut.
5. Semua Operating
units bebas untuk focus kepada proses operasional mereka dan external customers
mereka. Jika sewaktu -waktu ada masalah mereka bisa kembali kepada Shared
Services untuk support.
6. Decision Support –
Data yang dianalisa dan disampaikan adalah data yang sudah reliable dan sudah
siap untuk dieksekusi.
7. Flexibility – Shared
Services bisa disumberkan melalui berbagai multiple delivery channels dan
berbagai lokasi geographis.
8. Scalability – Shared
Services delivery model bisa diukur untuk akuisi dari segi dan aspek geographis
dan expansi service scope dengan biaya tambahan yang relatif rendah.
9. Diperoleh berbagai
inisiatif yang beragam. Ini dimungkinkan karena adanya berbagai pihak yang
terlibat dalam upaya inovasi teknologi informasi.
10. Adanya support bagi
inovasi dalam unit bisnis melalui kerjasama dengan pihak lain yang lebih
kompeten dibidang masing-masing, sehingga akan tercapai inovasi yang unggul.
Hal ini sejalan dengan pendapat O’Brien (2005) yang menyatakan bahwa salah satu
strategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis adalah strategi
persekutuan, dimana perusahaan membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru
dengan konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Langkah ini dilakukan
melalui kerjasama dengan perusahaan di bidang IT (Adobe developers, Times
Widgets), perusahaan jasa hiburan (Netflix).
11. Semenjak mulai
berinovasi, The New York Times tidak memerlukan modal investasi yang terlalu
besar. Menurut O’Brien (2005) salah satu strategi dasar penggunaan teknologi informasi
dalam bisnis adalah strategi kepemimpinan dalam biaya, dimana perusahaan
berusaha memangkas biaya-biaya dalam proses bisnis. The New York Times mampu
meningkatkan pendapatan sekaligus memangkas biaya, melakukan efisiensi melalui
perbaikan proses (process development) dan otomatisasi. Upaya ini dilakukan
melalui penggunaan software untuk rapid development berupa penggunaan aplikasi
pengembangan cepat (rapid application), yaitu software metode pengembangan yang
digunakan untuk perencanaan singkat sebelum membentuk prototipe rapid.
Pertumbuhan penggunaan
shared services dalam kehidupan berbisnis secara terus menerus dihubungkan
dengan restrukturisasi bisnis dalam skala yang lebih besar dan juga terus
tumbuh seiring dengan pertumbuhan entitas bisnis secara keseluruhan di dunia
ini dan juga kegunaannya untuk membentuk sebuah platform atau landasan yang
kokoh untuk pertumbuhan global yang bertumbuh secara cepat. Secara umum, faktor
pendorong yang kuat untuk mengimplementasikan shared services sering sekali berhubungan
dengan costs, kualitas, speed, dependablity, dan flexibility.
Beberapa keterbatasan
atau disadvantages yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared
services di dalam business units network-nya adalah:
1. Resistence to Change
– Perubahan management yang efektif harus menjadi sebuah komponen dari
implementasi shared services tersebut, tanpa memandang bulu sumbernya.
2. Legacy Systems –
Walaupun selalu tidak menjadi mungkin, shared services dan interogasi sistem
adalah bagian dari proyek transformasi yang bisa menghasilkan hasil yang
sukses. Keterbatasan dari legacy bisa membuat hasil yang diinginkan tidak
optimal.
3. Leadership – Ada
saat – saat yang sulit, di mana semua orang harus mempunyai pandangan yang sama
bilamana ada kebijakan yang ingin diterapkan
4. Shared Service Team
– Perilaku dan Kemampuan yang telah ditentukan oleh sebuah team yang
service-oriented diprioritaska untuk memungkinkan dan memampukan teknologi
untuk mengoptimalisasi proses yang bisa jadi tidak eksis dalam organisasi hari
ini. Pastikan dalam menentukan orang yang tepat sebelum kita memulainya.
5. Perusahaan yang
sehat dan berkembang perlu menyisihkan 90-95% dari dana inovasinya untuk
inovasi sesuai inti bisnisnya dan 5-10% untuk model bisnis baru. Artinya perlu
ada kepastian dana yang tidak sedikit dalam upaya inovasi ini. Hal ini bertolak
belakang dengan upaya The New York Times yang justru melakukan efisiensi biaya.
6. Keterbukaan The New
York Times untuk menjalin kerjasama dengan pihak luar yang memiliki beragam
inisiatif berbeda membuka peluang pada terbukanya “informasi berharga” kepada
pihak luar yang mungkin tidak menguntungkan bagi The New York Times.
7. Industri surat kabar
menghadapi permasalahan yang komplek, oleh karena itu memerlukan kesabaran
untuk mengembangkan model bisnis yang baru dan memastikan budget keuangan
perusahaan selalu tersedia.
Secara umum, kelemahan
dari shared services adalah proses yang dihasilkan secara keseleruhan akan
dibuatnya lebih panjang dan lebih kompleks. Suatu sistem yang mampu menampung
dan menyebarkan kembali ide-ide dari masing-masing individu maupun tim
perusahaan memerlukan infrastruktur teknologi informasi yang lebih baik dan
akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Sumber : http://muhammaddsucipta.blogspot.com/2018/01/41-pengertian-dan-contoh-shared-service.html

Komentar
Posting Komentar