1.1 Pengertian Sistem Cerdas dan Contohnya
Sistem cerdas adalah sistem yang dapat mengadopsi
sebagaian kecil dari tingkat kecerdasan manusia untuk berinteraksi dengan
keadaan eksternal suatu sistem. Sebagian kecil dari tingkat kecerdasan itu
antara lain: kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali kondisi yang pernah
dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang tepat sesuai yang telah
diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli melalui perintah yang
dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
Sistem Cerdas Berbasis Pengetahuan
Sistem cerdas berbasis pengetahuan adalah sistem
yang memiliki kemampuan menyerap kepakaran seorang ahli. Sistem ini ditunjukkan
pada Gambar 2.1 memiliki sebuah blok utama berupa basis pengetahuan yang berisi
informasi kepakaran. Informasi kepakaran dijabarkan algoritma cerdas, dan
komponen prakondisi isyarat yang mengatur kerja sensor-sensor. Algoritma cerdas
inilah yang memutuskan aksi-aksi yang tepat untuk setiap keadaan/status sistem.

Contoh kepakaran yang bisa disimpan oleh sistem ini
antara lain adalah kepakaran untuk menghindari rintangan-rintangan, kepakaran
untuk menginjeksi pupuk dengan takaran yang tepat, memisahkan obyek-obyek
sesuai dengan klasifikasi tertentu, atau kepakaran untuk mengenal dengan baik
kondisi obyek hasil pertanian yang hendak dipanen. Kepakaran ini tentunya harus
didukung oleh sensor dengan presisi yang memadai.
Bagian - bagian dari sistem cerdas:
Basis pengetahuan knowledge-base adala berisi
pengetahuan yang spesifik mengenai
domain tertentuyang mana basis pengetahuan ini dapat diperbaharui sesuai
dengan tingkat kemampuan seorang expert terhadap pemecahan suatu masalah.
Mesin inferensi Inference Engine adalah sustu
program yang bertugas mengolah data
masukan sesuai pengetahuan dalam basis pengetahuan, menurut kaidah-kaidah
tertentu.
Bagian kendali/user interface: bagian yang
berkomunikasi langsung dengan pengguna user sistem. Ada dua macam- macam mesin
inferensi, yaitu yang bersifat pasti deterministik dan probabilistik.
Kelebihan dari sistem cerdas:
Memberikan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Karena sistem pakar memberikan jawaban yang konsisten dan logis dari waktu ke
waktu. Jawaban yang diberikan logis karena alasa logiknya dapat diberikan oleh
sistem pakar dalam proses konsultasi.
Memberikan solusi tepat waktu. Kadang kala seorang
manajer membutuhkan jawaban dari pakar, tetapi pakar yang dibutuhkan tidak
berada ditempat, sehingga keputusan menjadi terlambat.
Menyimpan pengetahuan di organisasi. Pengetahuan
pakar merupakan hal yang penting dan kadang kala pengetahuan iniakan hilang
jika pakar keluar atau telah pensiun dari perusahaan.
Kekurangan dari sistem cerdas:
Sistem pakar hanya dapat menangani pengetahuan yang
konsisten. Sistem pakar dirancang dengan aturan-aturan yang hasilnya sudah pasti
dan konsisten sesuai dengan alur di diagram pohonnya. Untuk pengetahuan yang
cepat berubah-rubah dari waktu ke waktu.
Sistem pakar tidak dapat menangani hal yang bersifat
judgement. Sistem pakar memberikan hasil
yang pasti, sehingga keputusan akhir pengambilan keputusan jika melibatkan
kebijaksaaan dan institusi masih tetap di tangan manajemen.
Komentar
Posting Komentar