JELASKAN BAGAIMANA PERTUMBUHAN PENDUDUK DUNIA (TAMBAH DENGAN TABEL) TERUTAMA INDONESIA BEBERAPA PEMBAHASANNYA MELIPUTI FAKTOR2 PENYEBAB DAN MEMPENGARUHI!
Meskipun jumlah penduduk dunia selalu meningkat, data pertumbuhan
penduduk dunia menunjukkan tren melambat. Pada 2050 diproyeksikan pertumbuhan
penduduk dunia hanya sebesar 0,53%.
Berdasarkan regional, Asia masih memimpin sebagai wilayah dengan
jumlah penduduk terbanyak. Tercatat jumlah penduduk Asia sebanyak 4,6 miliar
jiwa. Afrika dan Eropa menyusul dengan masing-masing sebanyak 1,3 miliar dan
747,2 juta jiwa. Sementara negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak
adalah Tiongkok sebanyak 1,43 miliar jiwa, India sebanyak 1,37 miliar
jiwa, Amerika Serikat (AS) sebanyak 329 juta jiwa, dan Indonesia sebanyak 270,6
juta jiwa.
JELASKAN PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK
TERSEBUT DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL?
Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan
berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan
sosial merupakan perubahan-perubahan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi
system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola
perilaku dalam masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai pengaruh
pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial di masyarakat.
a. Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan
papan
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok
yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini
tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan
akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat
dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat
dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan
jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan
sandang, pangan, dan papan.Tapi apa yang terjadi jika ternyata stok sandang,
pangan, dan papan yang ada ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk
yang jumlahnya semakin bertambah ?
Ledakan Penduduk pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan
adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk.
Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus, bahwa laju pertumbuhan penduduk
mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan
mengakibatkan kelaparan . Sebagai contoh untuk kebutuhan pangan,
pemerintah memiliki BULOG untuk pemerintah pusatdan DOLOG untuk
pemerintah daerah yang berfungsi salah satunya untuk menjamin ketersediaan
kebutuhan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan lain-lain.
Semakin bertambahnya penduduk, maka akan semakin banyak pula kebutuhan pangan
pokok yang harus disediakan oleh DOLOG.Bagaimana jika kebutuhan sembako yang
disediakan oleh DOLOG ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk di
daerah itu? Tentu sembako akan menjadi barang rebutan dan akan menjadi barang
yang langka yang mengakibatkan harganya akan semakin melonjak dan masyarakat
yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli kebutuhan
pangan tersebut, dan tentu akan berdampak pada kemiskinan yang kian parah.
b. Berkurangnya lahan tempat tinggal
Untuk memenuhi kebutuhan papan yakni rumah tentu
kita memerlukan lahan untuk membangun. Semakin bertambah banyak penduduk, tentu
kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin
banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah
padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena
semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin
melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu
membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk
tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan
lain-lain.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan papan,
untuk memenuhi kebutuhan pangan pun kita memerlukan lahan. Misalnya beras,
untuk menghasilkan beras tentu diperlukan sawah untuk menanam padi. Semakin
bertambahnya penduduk semakin bertambah pula kebutuhan akan beras . Dan semakin
bertambahnya kebutuhan beras akan semakin bertambah pula kebutuhan akan lahan
untuk menanam padi. Apa yang terjadi jika lahan ‘lumbung padi’ nasional semakin
lama semakin berkurang ? Jika kita dilihat dua fenomena di atas, ledakan
penduduk akan mengakibatkan terjadinya perebutan lahan untuk perumahan
dan pertanian.
c. Meningkatnya investor yang datang
Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berakibat
menjamurnya pusat perbelanjaan. Seorang pengusaha tentu akan membangun usahanya
ditempat yang strategis, tempat yang ramai, dan tempat yang menurutnya banyak
terdapat konsumen. Kawasan padat penduduklah yang akan menjadi incaran para
investor atau pengusaha. Untuk daerah perkotaan, para pengusaha akan cenderung untuk
membangun pusat perbelanjaan modern atau yang biasa kita sebut Mall.
Mungkin menurut sebagian besar orang, suatu daerah yang memiliki
banyak Mall mencirikan bahwa daerah tersebut adalah daerah
metropolitan yang masyarakatnya cenderung berada di kelas ekonomi menengah ke
atas dan akan mendongkrak gengsi masyarakat. Padahal fakta yang ada di balik
fenomena menjamurnya pusat perbelanjaan modern adalah meningkatnya sifat
konsumtif. Jika jumlah pusat perbelanjaan di suatu daerah semakin banyak,
lama kelamaan akan menimbulkan sifat konsumtif masyarakat di daerah tersebut.
d. Meningkatnya angka pengangguran
Semakin bertambahnya jumlah penduduk tentu akan
meningkatkan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Namun bagaimana jika lapangan
pekerjaan yang tersedia tidak cukup menampung jumlah tenaga kerja yang ada?
Tentu hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.
Ledakan penduduk adalah masalah yang harus
segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila
permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang telah
dijelaskan. Adapun solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan ledakan
penduduk yaitu:
a. Melakukan program transmigrasi
b. Menggalakkan program keluarga berencana
c. Mengoptimalkan lahan dengan menggunakan teknologi.
d. Pemerataan pembangunan


Komentar
Posting Komentar