3.3 Konsep Sistem Pakar
3.3
Konsep Sistem Pakar
Menurut
Efraim Turban, konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli,
pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian
adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh
dari pelatihan, membaca atau pengalaman.
Contoh bentuk
pengetahuan yang termasuk keahlian adalah:
Fakta-fakta pada lingkup permasalahan
tertentu.
Teori-teori pada lingkup permasalahan
tertentu.
Prosedur-prosedur dan aturan-aturan
berkenaan dengan lingkup permasalahan tertentu.
Strategi-strategi global untuk
menyelesaikan masalah.
Meta-knowledge (pengetahuan tentang
pengetahuan).
Salah satu fitur yang
harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika
keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan sudah tersedia
program yang mampu mengakses basisdata, maka komputer harus dapat diprogram
untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor
inferensi (inference engine). Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat
dalam bentuk rule-based systems, yang mana pengetahuannya disimpan dalam bentuk
aturan-aturan. Aturan tersebut biasanya berbentuk IF-THEN. Fitur lainnya dari
sistem pakar adalah kemampuan untuk merekomendasi. Kemampuan inilah yang
membedakan sistem pakar dengan sistem konvensional.
Sistem Pakar merupakan
salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang sangat diminati karena
penerapannya di berbagai bidang teknik baik bidang ilmu pengetahuan maupun
bisnis yang terbukti sangat membantu di dalam mengambil keputusan dan sangat
luas penerapannya. Sistem pakar adalah suatu sistem yang dirancang agar dapat
melakukan penalaran seperti layaknya seorang pakar pada suatu bidang keahlian
tertentu. (Ferdian, dkk, 2004).
Konsep sistem pakar
adalah menirukan metodologi dan kinerja seorang manusia yang ahli dalam bidang atau domain tertentu
yang spesifik.(Setiawan, 1993). Sistem
pakar adalah program pemberian nasehat (advice giving) atau program konsultasi
yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasuki oleh satu atau banyak
pakar kedalam satu domain pengetahuan tertentu. Agar setiap orang biasa
memanfaatkannya untuk memecahkan suatu masalah. (Suparman,1991).
Sistem pakar sangat
inovatif dalam menghimpun dan mengemas pengetahuan, keunggulan yang utam
terletak pada kemampuan dan penggunaan praktisnya bila disuatu tempat tidak ada
seorang pakar dalam suatu bidang ilmu.(Andi, 2003).

Komentar
Posting Komentar