3.1 Aplikasi yang digunakan untuk teknologi web 1.0, web 2.0, dan web 3.0
WEB 1.0
Web 1.0 merupakan website yang
digunakan untuk pertama kalinya,dimana seluruh data yang dibuat dan ditampilkan
didalamnya serta design dari web tetrsebut itu semuanya ditentukan oleh admin,
hingga sedikit terasa agak monoton. Web 1.0 tidak terlalu interaktin
dikarenakan sifat dari Web 1.0 adalah read, maka ketika ada seseorang yang akan
menambahkan atau memberikan komentar, seseorang tersebut harus menghubungi
langsung admin yang bersangkutan melalui address yang telah ditentukan oleh
admin. Jadi dalam penggunaan Web 1.0 ,kita hanya bisa untuk browsing sesuatu.
Dan juga pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam
website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya,membuatnya menjadi
tidak praktis.
Ciri-ciri dari situs Web 1.0 yaitu;
1. Halaman statis,
perubahan ataupun isinya seluruhnya tergantung oleh pihak admin/ pemilik web
tersebut.
2. Penggunaan framesets.
3. Milik HTML ekstensi
seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
4. Online guestbook.
5. GIF tombol, biasanya
88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk lain.
6. Pengguna akan mengisi
formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien akan mencoba
untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.
Contoh Dari WEB 1.0
|
WEB 1.0
|
|
Double Click
|
|
Ofoto
|
|
Akamai
|
|
Mp3.com
|
|
Britannica Online
|
|
Page View
|
|
Content Management System
|
|
Directory ( Taxonomy )
|
|
Stickiness
|
WEB 2.0
Istilah Semantik lebih dahulu
dipakai sebelum istilah Web 2.0. Web 2.0 dikembangkan pada tahun 2004.
Perkembangan dari Web 2.0 lebih pada penyajian konten dan tampilan di dalam
suatu website, yang versi yang sebelumnya berpusat pada sang pemilik website.
Web 2.0 lebih bersifat interaktif daripada Web 1.0 dan sifatnya yang Read
Write, sehingga memudahkan dalam menambahkan materi,berkomentar ,dan
lain-lain,yang dilakukan oleh pembaca web tersebut. Ini juga dikarenakan
sifatnya untuk share,collaborate dan exploite.
Dalam web 2.0 user interface suatu
situs web yang digunakan adalah teknologi flex (aplikasi rich internet berbasis
flash dari macromedia yang sekarang adobe), lazlo(platform aplikasi flash open
source) atau menggunakan ajax secara intensif seperti gmail atau google map
maka situs itu bisa dikatakan merupakan situs tipe web 2.0, selain itu
aktivitas drag and drop, auto complete ,chat, voice itu juga karena adanya
dukungan Ajax. AJAX adalah penggabungan dari JavaScript dan XML yang menekankan
pada pengelolaan konten.
Dan gabungan aplikasi lainnya adalah
HTML dengan yang dinamis. XML digunakan untuk mendefinisikan format data.
Dibawah ini beberapa alplikasi dan teknik yang dipakai dalam pengembangan Web
2.0
Ciri- ciri dari Web 2.0 ;
1. Konten dinamis,
metadata, web standar dan skalabilitas.
2. Mudah untuk
memasukkan data atau mengambil data dari system.
3. Berbasis web murni.
4. Pengguna memiliki
datanya sendiri pada situs.
5. Pelaku utama
Perusahaan Pengguna/Komunitas.
6. Hubungan dengan
server Client-server Peer to peer.
7. Bahasa pemrograman
penampil konten HTML XML.
8. Pola hubungan
penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif.
9. Pengelolaan konten
Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag.
10. Penayangan berbagai kanal informasi Portal
RSS/Sindikasi.
11. Hubungan antar pengakses Tidak ada
Berjejaring.
12. Sumber konten Penerbit/pemilik situs
Pengguna.
Contoh-contoh Web 2.0 sebenarnya
adalah website-website situs yang sudah tidak asing lagi bagi seseorang yang
sering menggunakan Internet, dan mungkin merupakan situs-situs yang diakses
setiap harinya, seperti Wikipedia, e-Bay, Friendster, dan masih banyak lagi.
Apakah keunikan dan website-website tersebut sehingga menyandang predikat Web
2.0? Menurut definisi oleh Tim O’Reilly (pendiri dari O’Reilly Media), Web 2.0
adalah sebuah revolusi bisnis pada industri komputer yang dikarenakan oleh
perpindahan Internet menjadi sebuah platform.
Contoh untuk mempermudah pemahaman
konsep Web 2.0 adalah dengan melihat contoh perbandingan antara website
konvensional (Web 1 .0) dengan website yang telah termasuk kedalam Web 2.0.
Pada era booming dot com, sedemikian banyak orang yang membuat website pribadi
sehingga halaman pertamanya rata – rata menuliskan “Welcome to My Personal
Homepage”, tidak lupa menambahkan fasilitas buku tamu dan web counter. Dengan
perubahan kearah konsep Web 2.0, website-website pribadi itu menjelma menjadi
blog. Blog adalah Web 2.0, sehingga kita akan terlihat ketinggalan zaman ketika
menanyakan kepada rekan kita apakah telah memiliki website pribadi, tetapi akan
terlihat lebih modern dan gaul ketika menanyakan apakah ia memiliki blog. Hal
tersebut adalah sebuah revolusi yang jelas terlihat pada industri komuter saat
ini. Secara teknis mungkin tidak ada hal yang benar benar merupakan teknologi
baru untuk membuat blog, tetapi lihatlah bahwa sebuah web yang menyediakan host
service blog, seperti wordpress.com, blogspot.com, dan lain sebagainya secara
strategis telah menjadi sebuah platform untuk komunitas blogger berkolaborasi.
|
WEB 2.0
|
|
Google adsense
|
|
Flickr
|
|
BitTorrent
|
|
Napster
|
|
Wikipedia
|
|
Cost Per Click
|
|
Wikis
|
|
Tagging ( Folksonomy )
|
WEB 3.0
Web 3.0 adalah generasi ketiga dari
layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada
tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel
ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk
membaca halaman-halaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan memiliki
kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini.
Web 3.0 berhubungan dengan konsep
Web semantik, yang memungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli
pengguna, tapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen
software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 sebagai Web Semantik itu
sendiri.
Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep
dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web
untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu
dalam situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan
yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.
Web 3.0 terdiri dari:
·
Web semantik
·
Format mikro
·
Pencarian dalam bahasa pengguna
·
Penyimpanan data dalam jumlah besar
·
Pembelajaran lewat mesin
·
Agen rekomendasi, yang merujuk pada
kecerdasan buatan Web
Web 3.0 menawarkan metode yang
efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data
online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan
data dengan kapasitas yang luar biasa besar.
Walaupun masih belum sepenuhnya
direalisasikan, Web 3.0 telah memiliki beberapa standar operasional untuk bisa
menjalankan fungsinya dalam menampung metadata, misalnya Resource Description
Framework (RDF) dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep Web Semantik
metadata juga telah dijalankan pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar
Networks, dan sebuah development platform, Jena, di Hewlett-Packard.
Jika diformulasikan, web 3.0 bisa
dijabarkan dalam perumusan berikut : WEB 3.0 = 4C + P +VS 4C = content,
commerce, community, context P = personality VS = virtual search
Maka, web 3.0 sebagai asisten
personal penggunanya yang tahu segala sesuatu tentang penggunanya dan mengakses
internet untuk mencari jawaban dari kebutuhannya.
Contoh web 3.0 : search engine
seperti Google
(http://www.google.co.id.).
Sumber : http://muhammaddsucipta.blogspot.com/2017/11/31-contoh-aplikasi-yang-digunakan-untuk.html

Komentar
Posting Komentar