3.4 Komponen Arsitektur Sistem Pakar
3.4 Komponen Arsitektur
Sistem Pakar
Antarmuka
Pengguna (User Interface). Merupakan
mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk berkomunikasi.
Antarmuka menerima informasi dari pemakai dan mengubahnya ke dalam bentuk yang
dapat diterima oleh sistem. Selain itu antarmuka menerima dari sistem dan
menyajikannya ke dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemakai.
Basis Pengetahuan.
Basis pengetahuan mengandung pengetahuan
untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini
disusun atas 2 elemen dasar, yaitu :
- Fakta : Informasi tentang obyek dalam
area permasalahan tertentu
-Aturan : Informasi tentang cara bagaimana
memperoleh fakta baru dari fakta yang telah
diketahui.
Akuisisi Pengetahuan (Knowledge
Acquisition).Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan transformasi
keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan ke dalam program
komputer. Dalam tahap ini knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan
untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pengetahuan diperoleh
dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian dan
pengalaman pemakai.
Metode
akuisisi pengetahuan:
Wawancara : Metode yang paling banyak
digunakan, yang melibatkan pembicaraan dengan pakar secara langsung dalam suatu
wawancara
Analisis protokol : Dalam metode ini pakar
diminta untuk melakukan suatu pekerjaan dan mengungkapkan proses pemikirannya
dengan menggunakan kata-kata. Pekerjaan tersebut direkam, dituliskan, dan
dianalisis.
Observasi pada pekerjaan pakar : Pekerjaan
dalam bidang tertentu yang dilakukan pakar direkam dan diobservasi
Induksi aturan dari contoh : Induksi adalah
suatu proses penalaran dari khusus ke umum. Suatu sistem induksi aturan diberi
contoh-contoh dari suatu masalah yang hasilnya telah diketahui. Setelah
diberikan beberapa contoh, sistem induksi aturan tersebut dapat membuat aturan
yang benar untuk kasus-kasus contoh. Selanjutnya aturan dapat digunakan untuk
menilai kasus lain yang hasilnya tidak diketahui.
4. Mesin/Motor Inferensi (inference engine).
Komponen
ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar
dalam menyelesaikan suatu masalah. Mesin inferensi adalah program komputer yang
memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis
pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk memformulasikan kesimpulan
5. Workplace/Blackboard. Workplace merupakan
area dari sekumpulan memori kerja (working memory), digunakan untuk merekam
kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan sementara. Ada 3 keputusan
yang dapat direkam :
· Rencana : Bagaimana menghadapi masalah
· Agenda : Aksi-aksi yang potensial yang
sedang menunggu untuk dieksekusi
· Solusi : Calon aksi yang akan
dibangkitkan
6. Fasilitas Penjelasan.
Adalah
komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar. Digunakan
untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar
secara interaktif melalui pertanyaan :
· Mengapa suatu pertanyaan ditanyakan oleh
sistem pakar ?
· Bagaimana konklusi dicapai ?
· Mengapa ada alternatif yang dibatalkan ?
· Rencana apa yang digunakan untuk
mendapatkan solusi ?
7. Perbaikan Pengetahuan.
Pakar
memiliki kemampuan untuk menganalisis dan meningkatkan kinerjanya serta
kemampuan untuk belajar dari kinerjanya. Kemampuan tersebut adalah penting
dalam pembelajaran terkomputerisasi, sehingga program akan mampu menganalisis
penyebab kesuksesan dan kegagalan yang dialaminya dan juga mengevaluasi apakah
pengetahuan-pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan di masa mendatang

Komentar
Posting Komentar