PERANAN PEMUDA
“PERANAN PEMUDA”
MUHAMMAD IRFAN
(1B118069)
Email: irfanirfanmuhammad02@gmail.com
1. Pengertian Pemuda
Definisi
yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang
Mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan
emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat
ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan
generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people”
dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea”
atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985,
mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi
yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan
bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil.
Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural. Sedangkan menurut
draft RUU kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35
tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara
biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang
berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif
aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu. Dalam kosakata
bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum
muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki
definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis
berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana
pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu
dan progresif.
2. Peranan Pemuda
Peran pemuda
memiliki peran yang sangat penting untuk kelangsungan dalam hidup di keluarga,
masyarakat, dan juga dalam dunia pendidikan untuk kemajuan bangsa dan negara.
2.1 Peranan Pemuda di Keluarga
Keluarga
memiliki peran yang sangat penting untuk pembentukkan karakter pemuda. Dalam
era digitalisasi seperti saat ini tantangan mendidik karakter untuk pemuda
tidaklah mudah. Sebab era digitalisasi ini membuat arus informasi sedemikian
mudah untuk ditiru oleh pemuda yang memasuki usia remaja.
Sementara
banyak orang tua yang memiliki kesibukan seperti bekerja, maka lupa meluangkan
waktunya sedikit untuk memberi perhatian pada anak di usia dini. Pada akhirnya
anak akan belajar dari lingkungan diluar keluarganya, seperti di dunia maya. Oleh
karena itu, perhatian dari keluarga sangat penting untuk pembentukkan karakter
anak usia dini dalam proses pembelajaran atau untuk mencari jati dirinya
sendiri.
2.2 Peranan Pemuda di Masyarakat
Dalam
lingkungan masyarakat, juga mempengaruhi untuk pembentukan karakter pemuda.
Peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyrakat sungguh menurun dratis, dulu
biasanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara
keagamaan, adat istiadat biasanya yang berperan aktif dalam menyukseskan acara
tersebut adalah pemuda sekitar. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan,
selalu bermain-main dan bahkan ketua RT/RW nya saja dia tidak tahu. Kini pemuda
sekarang lebih suka berperan di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Seperti
bermain game, chatting, dan lain
sebagainya. Padahal dalam lingkungan bermasyarakat, peran pemuda sangat
dibutukan.
2.3 Peranan Pemuda di Layanan Pendidikan
Pendidikan
menempati posisi yang amat strategis dalam pembangunan bangsa, terutama pada
jangka panjang. Peranan pemuda dalam dunia pendidikan sangat penting dalam
pendidikan. Seperti contohnya jika seorang pemuda tidak menduduki dunia
pendidikan maka pemuda itu tidak dapat mengetahui perilaku yang benar maupun
salah. Selain itu juga peran pemuda dalam dunia pendidikan juga memiliki peran
sangat penting dalam memajukan bangsa dan negara. Seperti halnya kita
mempelajari pendidikan kewarganegaraan.
3. Pembinaan dan Pengembangan untuk Pemuda
Pemuda juga
harus dibina untuk pembentukan karakternya agar tidak melanggar dari aturan
norma maupun hukum yang berlaku di masyarakat dan keluarga. Pemuda juga harus
mengembangkan kemampuan mereka dengan menempuh dunia pendidikan untuk
berpartisipasi dalam memajukan bangsa dan negara.
3.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Pemuda
Pertumbuhan
pemuda yang diusia remaja semakin hari semakin bertamabah. Oleh karena itu
dibutukannya bimbingan dari keluarga, guru, dan masyarakat untuk membangun
karakter pemuda itu sendiri.
Peran pemuda
yang berpartisipasi dalam pembangunan tidak boleh melenceng dari cita-cita
nasional. Dalam konteks ini diharapkan generasi muda untuk mengambil bagian
secara efisien agar dapat merealisasikan usaha-usaha masyarakat Indonesia
dikalangan pemuda. Pada dasarnya peranan suatu generasi muda adalah usaha untuk
meningkatkan kesadaran keutuhan negara agar dapat menunjang nilai-nilai
pancasila dan undang-undang dasar 1945.
3.2 Masalah-masalah yang dihadapi generasi
pemuda
Masa muda
memang dapat dikatakan masa yang sulit, karena seorang remaja akan menghadapi
kesulitan dengan dirinya sendiri, dengan orang tuanya, dengan teman-temannya,
dengan lawan jenisnya, dengan sekolahnya serta dengan masyarakat sekitarnya.
Pada masa ini memang berada dalam kondisi yang tidak stabil, senantiasa berubah
mengukur segala sesuatu dengan ukurannya sendiri, kadang dalam mengambil
keputusan tidak logis dan umumnya mempunyai perangai berontak. Masalah yang
biasanya dihadapi generasi pemuda yaitu:
1. Kesadaran diri dari generasi muda yang
masih kurang dalam proses pembangunan.
2. Sifat generasi muda yang masih mudah
terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat sepihak dan cenderung negatif
3. Sifat dari generasi muda yang kadang masih
menggantungkan, baik kepada orang tua, pimpinan, ataupun orang lain.
4. Kekurangsiapan generasi muda dalam
menghadapi era globalisasi dewasa ini.
5. Kurang adanya kerjasama yang saling
bermanfaat demi tercapainya suatu tujuan.
6. Kurang perhitungan dalam mengambil
tindakan, karena terpengaruh oleh egonya.
7. Kurang adanya dukungan dari pihak-pihak
lain demi tercapainya tujuan.
3.3 Potensi-potensi yang dimiliki pemuda
Pemuda
adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan ,
terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda diharapkan
sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan melangsungkan
estafet pembangunan secara terus menerus. Potensi-potensi pemuda:
1. Idealis dan daya kritis : secara
sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat
melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari
gagasan baru.
2. Dinamika dan kreatifitas.
3. Keberanian mengambil resiko
4. Optimis dan kegairahan semangat
5. Sikap kemandirian dan disiplin murni
6. Terdidik
7. Keanekaragaman dalam persatuan dan
kesatuan
8. Patriotisme dan nasionalisme
9. Sikap kesatria
10. Kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi
4. Referensi
Dickaerlangga.
(2014) Potensi – Potensi Pemuda Indonesia [online]. Semarang:
knpikotasemarang.org Available at:
http://www.knpikotasemarang.org/2014/08/potensi-potensi-pemuda-indonesia.html
[Accessed 2 November 2019].

Komentar
Posting Komentar