ETIKA KOMPUTER DAN ETIKA KOMPUTER DALAM INTERNET


Di kehidupan sehari-hari ini terutama di dunia komputer maupun internet juga terdapat etika. Dalam pemanfaatannya komputer dan internet menghubungkan semua pengguna di berbagai tempat, yang nantinya akan membentuk suatu komunitas atau masyarakat diginal, masyarakat informasi, masyarakat internet yang digunakan sedimikian luas di berbagai kehidupan masuia dan pekembangannya yang sangat pesat.

Adanya interaksi antar pengguna komputer maupun internet inilah, maka diperlukan adanya sebuah aturan yang dipahami bersama yaitu dalam bentuk etika. Nah dalam artikel kali ini saya akan menjelakaskan mengenai Etika, Etika Komputer, Manfaat, Dan Etika Di Internet. Sebelum kepembahasan lebih lanjut, pertama- tama kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan etika?

Apa yang dimaksud dengan Etika?

Didalam kehidupan kita sehari-hari terutama di dalam kehidupan masyarakat kita sering mendengar kata “Etika”. Etika memiliki beberapa definisi, yang di berikan oleh beberapa tokoh pada beberapa masa. Adapun definisi dari Etika antara lain:

1. Aristoteles, seorang ahli di jaman Yunani Kuno, menyatakan definisi etika sebagai bagian dari filsafat moral yang mengatur tentang akhlak, watak, sikap, dan cara berpikir manusia. Etika dan filsafat memiliki hubungan erat dan mulai ada sejak manusia bermasyarakat dan memiliki peradaban. Yunani merupakan salah satu negara yang memiliki peradaban dan filsafat (serta para ahli) ternama di masa kuno, selain juga Cina dan India

2. Poerwadaminta, ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (versi lama), menyatakan bahwa   etika merupakan ilmu pengetahuan terkait dengan asas-asas akhlak (moral)

3. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (versi baru), terdapat revisi terhadap definisi dari etika. Etika didefinisikan dengan tiga buah definisi: Etika sebagai ilmu tentang apa yang baik dana apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), Etika sebagai kumpulan asas dan nilai yang berkaitan dengan akhlak,dan Etika sebagai nilai mengenai yang benar dan yang salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.

4.K Bertens menyatakan bahwa etika secara etimologi merupakan ilmu tentang apa yang biasa dilakukan ata ilmu tentang suatu adat kebiasaan, dia juga menyatakan etika kedalam tiga buah definisi. Ketiga definisi mengenai etika sebagai system nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok di dalam mengatur tingkah laku, etika sebagai kumpulan dari asas dan nilai moral, serta etika sebagai ilmu tentang yang baik dan buruk.

Nah, dari penjelasan para tokoh di atas, sehingga secara umum dapat diartikan bahwa etika mencakup ilmu, kumpulan nilai akhlak yang memuat hak dan kewajiban moral serta mana yang baik dan mana yang buruk di dalam masyarakat. Jadi Etika menjadi hal yang harus ditaati dan dipatuhi di dalam kehidupan masyarakat ini.

Definisi Etika Komputer

Setelah kita mempelajari dan memahami apa itu etika pada penjelasan sebelumnya, Seperti yang kita ketahui Etika di dalam masyarakat, lalu Etika dalam masyarakat dengan Etika di dalam dunia komputer apakah sama?, nah jadi sekarang saya akan membahas mengenai apa itu Etika Komputer.

Etika Komputer sangat penting di dalam hubugnan dan interaksi antar pengguna komputer, untuk menciptakan suasana yang kondusif. Etika Komputer menjadi aturan bersama yang dipahami dan dipatuhi oleh setiap pengguna komputer, pada setiap  kegiatan berkomputer mereka (selain tentu saja Undang-Undang Digital yang berlaku di setiap negaram termasuk juga di Indonesia).

Sebagaimana etika itu sendiri, Etika komputer juga memiiliki definisi. Etika komputer didefinisikan sebagai sekumpulan asas dan akhlak dari perbuatan yang dianggap baik dan terpuji, yang berkaitan dengan pemanfatan komputer dan interaksi antarpengguna komputer ( misalkan di dalam jaringan komputer berupa internet).

Tahap-Tahap Perkembangan Etika Komputer

Tahap-tahap perkembangan Etika komputer juga dimulai dari era 1940-an, dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini.

Era 1940-1950-an
Pada awal tahun 1940-an Profesor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas di atasnya. Pada perkembangannya, penelitian di bidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang disebut cybernetics atau the science of information feedback system. Yang pada akhirnya membuat Wiener  menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatan teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI).

Dalam konsep penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dan konsekuensi etis dari perkembangan teknolgoi informasi. Di tahun 1948, di dalam bukunya cybernetics: control and Communication in the Animal and the Machine, ia mengungkapkan bahwa “mesin komputasi moern pada prinsipnya merupakan sistem jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis. Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”, sekaligus “malapetaka”.

Era 1960-an
Pada pertengahan tahun 1960. Donn Parker dari SRI International Menlo Park California melakukan berbagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.

Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesional di bidang komputer, yang ditandai dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM).

Era 1970-an
Perkembangan etika komputer di era 1970-an juga diwarnai dengan karya Walter Maner yang sudah mulai menggunakan istilah “computer ethics”. Maner menawarkan suatu kursus eksperimental atas materi pokok tersbut pada Old Dominion University in Virginia. Sepanjang tahun 1978 ia juga mempublikasikan  sendiri karyanya Starter Kit in Computer Ethics. Yang berisi material klurikulum dan pedagogi untuk para pengajar universitas dalam pengembangan pendidikan etika komputer.

Era 1980-an
Pertengahan tahun 1980-an, James Moor dari Darthmouth College menerbitkan artikel menarik yang berjudul “What Is Computer Ethics ? sebagai isu khusus pada Jurnal Metaphilosoophy. Deboarh Johnson dari Rensselaer Polytechnic Institute menerbitkan buku teks Computer Ethics.

Era 1990-an
Sepanjang tahun 1990 berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tentang topik di bidang etika komputer. Sebagai  contoh, pemikir seperti Donald Gotterbarn, Keith Miller, Simon Rogerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi profesional komputer yang menangani tanggung jawab sosoal profesi tersebut.

Era (2004- Seterusnya)
Era keenam merupakan tahap dimana Etika Komputer makin berkembang. Perkembangan tersebut mempengaruhi berbagai Negara di dunia (termasuk Indonesia) untuk menciptakan dan mengesahkan Undang-Undang Digital yang mengurusi kejahatan komputer. Terdapat hukum yang mengatur kegiatan berkomputer masyarakat dan hukum yang melindungi masyarakat di dalam berkomputer yaitu polisi internet (Cyber Police) yang bertugas untuk mengurusi tentang kejahatan dunia internet dan dunia komputer.

Manfaat Etika Komputer

Adanya Etika Komputer diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi para pengguna komputer dan pengguna jaringan komptuer (terutama internet) di seluruh dunia. Beberapa manfaat yang diharapkan tersbeut(dan terbukti terwujud dengan baik) di antaranya adalah:

1. Menciptakan suasana kondusif dan nyaman pada setiap pengguna komputer dan internet di dalam berdiskusi, berkomunikasi, dan memanfaatkan akses internet susai kebutuhan masing-masing.
2. Suasana yang nyaman dan kondusif merangsang proses pembelajaran dan berbagi ilmu di internet makin baik, terbukti dengan makin banyaknya teknologi komputer dan teknologi internet yang berkembang dari waktu ke waktu
3. Menciptakan masyarakat dunia yang cerdas dan melek terhadap teknologi informasi, termasuk juga masyarakat Indonesia.
4. Menciptakan kerukunan hidup antar pengguna internet di dunia, yang berdampak kepada kerukunan antar negara di dunia nyata. Komunikasi secara online yang menciptakan keakraban, kemudian dapat berlanjut secara langsung (fisik) melalui gathering (kumpul-kumpul), seminar, konferensi, dan lainnya.
5. Menciptakan proses pemerintahan yang jujur, bersih, dan adil dengan adanya Etika komputer di dalam proses musyawarah online dan demokrasi. Di Amerika Serikan dan juga di Indonesia.

Etika Komputer di Internet (Netiket)

Terkait dengan Etika Komputer di internet, dikenal istilah yang disebut dengan Netiket. Netiket dapat diartikan sebagai etika yang digunakan dalam berinteraksi dengan pengguna internet lainnya secara online, terdapat setidaknya tiga buah ranah di mana kita semua sebagai pengguna internet wajib mengikuti, mentaati, dan melaksanakan Netiket dengan baik. Ketiga bagian publiK di internet tersebut meiluti Milis (Mailing List), Forum, dan Jejaring Sosial (Social Network), Berikut merupkan tiga buah bagian tersebut:

1. Milis (Mailing List)

Milis atau Mailing List merupakan layanan surat elektronik berantai di jaringan internet maupun intranet, yang banyak digunakan untuk menggantikan fungsi sebuah forum diskusi, di dalam membahasa satu atau beberapa buah topik pembicaraan secara bersama-sama dan online. Penggunaan Milis oleh para anggota di dalamnya hanya mewajibkan adanya kepemilikan akun layanan E-Mail. Di dalam Milis juga terdapat peraturan-peraturan dalam penggunaannya yaitu salah satunya Tidak menjadikan media Milis sebagai tempat untuk penyebar luasan konten pornografi, kekerasan, maupun pelanggaran hak cipta (bajakan).


2. Forum

Forum diskusi online atau lebih umum disebut dengan Forum saja, merupakan salah satu media komunikasi pada jaringan komputer ( baik internet, intranet, maupun keduanya), yang mana menyuguhkan layanan yang blebih baik dibandingkan Milis. Di dalam forum disediakan banyak sekali topik bahasan diskusi dalam bentuk Thread. Setiap pengguna dapat memulai diskusi berupa Thread sesuai dengan topik atau kategori yang disediakan, Misalkan memulai Thread diskusi Linux Ubuntu pada kategori Linux di forum Linux Indonesia. Forum juga menyediakan tambahan fitur sisipan file,emoticon,quote, bahkan Chatting dan Video Conference.

Di dalam sebuah forum banyak sekali pengguna internet yang ikut bergabung dan berdiskusi di dalam forum. Sebagaimana halnya di dalam forum juga terdapat Etika-etika yang tidak boleh di lakukan yang bertujuan untuk mewujudkan suasana diskusi yang tenang, nyaman, dan bermanfaat bagi semua, salah satu contohnya tidak melakukan kerusuhan di dalam forum, baik dengan menyerang pribadi dari salah satu anggota Forum, berkata kasar, maupun tindakan-tindakan tidak terpuji lainnya.

3. Jejaring Sosial ( Social Network)


Perlu kita ketahui, bahwa di dalam sebuah jejaring social (Social Network), yang melibatkan banyak pengguna komputer dengan beragam karakteristik di dalamnya, pembuatan status untuk dibagikan tersebut haruslah mengikuti kaidah dan etika yang berlaku di dunia internet secara umum. Demikian juga, di dalam memberikan komentar, berbagi informasi, dan pemanfaatan fasilitas dan layanan pada jejaring social, hendaknya mengikuti sejumlah aturan yang disepakati bersama dalam bentuk etika atau Netika


sumber :
http://krisnapranata98.blogspot.co.id/2016/10/tugas-aplikasi-sosial-media-3.html

Komentar

Postingan Populer